UDI TITO PRIYATNA, KETUA IAAC TERPILIH PERIODE 2018-2021 dalam MUSYAWARAH CABANG IKATAN ALUMNI CURUG TAHUN 2018

UDI TITO PRIYATNA, KETUA IAAC TERPILIH PERIODE 2018-2021 dalam MUSYAWARAH CABANG IKATAN ALUMNI CURUG TAHUN 2018

Seluruh peserta Musyawarah Cabang Ikatan Alumni Curug yang tergabung dalam  Ikatan Alumni AMTD Curug (IAAC) melakukan sesi foto bersama di depan monumen pesawat terbang Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia. Ketua IAAC terpilih, Udi Tito Priyatna beserta pimpinan rapat dan perangkat personil musyawarah cabang sukses menyelenggarakan kegiatan pemilihan Ketua IAAC periode tahun 2018-2021. Bravo IAAC

IACNEWS   Minggu, 28 Oktober 2018

Agenda Temu Kangen Ikatan Alumni AMTD Curug tahun 2018 selesai diselenggarakan. Selanjutnya, panitia kegiatan melaksanakan musyawarah di hari yang sama, Sabtu, 27 Oktober 2018 bertempat di Opsroom atau Ruang Rapat Besar Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia. Dalam kegiatan musyawarah tersebut, IAAC berkolaborasi bersama IAC menyepakati bahwa pimpinan dan seluruh peserta Sidang Musyawarah Besar IAAC menyatakan setuju untuk melebur ke dalam organ IAC serta menjadi salah satu Dewan Pimpinan Cabang. Berdasarkan AD/ART IAC, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dalam organ IAC terdiri dari DPC-DPC per wilayah otoritas bandara dan DPC-DPC ikatan alumni.

JALANNYA SIDANG MUSYAWARAH IKATAN ALUMNI AMTD CURUG

Sidang Musyawarah Besar IAAC dibuka oleh Ketua Pelaksana Kegiatan, Indar Mustopo dan selanjutnya dipilih perangkat Dewan Pimpinan Sidang. Ketua merangkap anggota, Ahmad Irfan Nasution, Sekretaris merangkap anggota, Aries Munandar dan Anggota Dewan Pimpinan Sidang, Sugiono. Sidang Musyawarah Besar IAAC berjalan, beberapa alumnus IAAC yang menjadi perwakilan angkatan pada masing-masing course memberikan usulan agar IAAC bergabung dengan IAC menjadi salah satu organ IAC. Usulan diterima oleh seluruh peserta Sidang Musyawarah Besar IAACyang kemudian bersepakat meleburkan diri ke dalam organ IAC, dan selanjutnya mengajukan pembentukan DPC IAAC. Dengan demikian, secara de facto, DPC IAAC terbentuk ditandai dengan ketuk palu oleh Dewan Pimpinan Sidang Musyawarah Besar IAAC. Hingga akhirnya, organisasi IAAC secara resmi melebur menjadi DPC IAAC ke dalam organ IAC. Sidang Musyawarah Besar IAAC ditutup, Dewan Pimpinan Sidang mengembalikan komando kepada Ketua Pelaksana Kegiatan, Indar Mustopo.

Tidak beberapa lama, Indar Mustopo menyerahkan kembali keputusan  kepada forum Sidang dan mengkonfirmasi kepada seluruh peserta terkait kelanjutan Sidang Musyawarah. Beberapa peserta Sidang kembali mengusulkan agar Sidang Musyawarah kembali digelar dengan mengubah nama Sidang menjadi Sidang Musyawarah Cabang IAC oleh DPC IAAC dan selanjutnya menunjuk kembali Dewan Pimpinan Sidang sebelumnya guna memandu jalannya Sidang Musyawarah Cabang IAC.

Indar Mustopo selaku Ketua Pelaksana Kegiatan menetapkan Dewan Pimpinan Sidang Musyawarah Besar IAAC agar kembali memegang tongkat komando dalam gelaran Sidang Musyawarah Cabang IAC oleh DPC IAAC. Ahmad Irfan, Aries Munandar dan Sugiono disahkan kembali menjadi Dewan Pimpinan Sidang oleh seluruh peserta Sidang melalui ketetapan Ketua Pelaksana Kegiatan. Sidang kembali digelar dengan ketuk palu Dewan Pimpinan, tanda Sidang Musyawarah Cabang IAC oleh DPC IAAC dibuka.

Dewan Pimpinan yang diwakili oleh Ketua Pimpinan Sidang mempersilahkan Salahudin Rafi, Ketua Umum IAC untuk membuka Sidang Musyawarah Cabang oleh DPC IAAC. Mengawali pembukaan, Salahudin Rafi kembali mengingatkan kepada peserta sidang bahwa pembentukan IAC ini pada dasarnya adalah untuk mengajak seluruh alumnus STPI (API, LPPU, PLP) agar Back to Basic dengan motto CEWAMA EKA TAYAI menjadi rujukan. Sebagai organisasi alumni yang besar, Salahudin Rafi memberi dorongan kepada seluruh alumnus khususnya alumni teknik pesawat udara agar berperan serta berkontribusi secara maksimal dalam membangun bangsa sesuai dengan amanah yang diberikan. Tak lupa, Salahudin Rafi mengucapkan selamat bergabung kepada IAAC. Semoga peran alumni teknik pesawat udara semakin berkembang setelah menjadi DPC IAAC dalam organ Ikatan Alumni Curug (IAC).

Seluruh peserta Musyawarah Besar Kedua IAAC menyepakati perubahan nama Musyawarah Besar IAAC menjadi Musyawarah Cabang IAC. Tampak dalam foto, peserta mengangkat tangan tanda setuju.

 

Ahmad irfan Nasution selaku pimpinan Sidang memberikan penjelasan mengenai perubahan nama Sidang Musyawarah Besar Kedua IAAC menjadi Sidang Musyawarah Cabang IAC dan menjadi bagian sinergitas organisasi dengan Ikatan Alumni Curug.

 

Salahudin Rafi didampingi oleh Ahmad Irfan Nasution, Indar Mustopo, Sudrazat dan Wahyu Widjayanto berkenan membuka Musyawarah Cabang IAC. Dengan Musyawarah Cabang ini, IAAC menjadi DPC IAC Pertama yang terbentuk dan melebur ke dalam organ IAC dan diharapkan menjadi partner efektif pada program-program strategis di masa akan datang guna peningkatan kualitas almamater tercinta, yaitu STPI (API, LPPU, PLP).

GELARAN PEMILIHAN KETUA IAAC PERIODE TAHUN 2018-2021 dalam MUSYAWARAH CABANG IAC oleh DPC IAAC

Agenda Sidang Musyawarah Cabang IAC oleh DPC IAAC kembali diberikan kepada Dewan Pimpinan Sidang, setelah Salahudin Rafi memberikan sambutan sekaligus membuka Sidang. Ahmad Irfan selaku Ketua Pimpinan Sidang memberikan kesempatan kepada Aries Munandar selaku Sekretaris Dewan Pimpinan Sidang untuk menggelar agenda utama, yaitu pemilihan Ketua IAAC periode tahun 2018-2021.

Dalam tatacara pemilihan, Aries Munandar sebagai anggota steering committee memberikan penjelasan singkat mengenai prosesi pemilihan Ketua IAAC. Berdasarkan pengamatan, jumlah peserta sidang yang hadir dalam agenda ini sebanyak 47 orang yang berasal dari perwakilan angkatan di IAAC. Setiap orang dalam  pemilihan Ketua diberikan satu suara dan berhak memberikan pendapatnya. Setelah penjelasan prosesi berjalan lancar, dua orang calon Ketua IAAC muncul sebagai  kandidat Ketua, yaitu Romdani Ardali dan Udi Tito Priyatna. Dengan prestasi dan reputasi yang baik, keduanya dipilih dan diberikan kesempatan oleh para peserta sidang musyawarah cabang ini, menunjukkan bahwa karakteristik pemimpin yang dibutuhkan di masa sekarang, ada pada keduanya. Oleh karena itu, hak suara peserta musyawarah cabang mewakili ribuan alumnus teknik pesawat udara, baik yang dapat hadir langsung maupun yang berhalangan hadir ke dalam acara.

 

Aries Munandar didampingi Sugiono sebagai anggota steering committee memandu jalannya sidang pemilihan Ketua IAAC periode tahun 2018-2021.

Kandidat Ketua IAAC sudah menempatkan posisi masing-masing dalam pemilihan. Aries Munandar memimpin jalannya pemilihan Ketua IAAC dengan voting.

 

Dua Kandidat Ketua IAAC Periode Tahun 2018-2021, Udi Tito Priyatna dan Romdani Ardali bersaing dalam Pemilihan Ketua pada Musyawarah Cabang IAC (27/10/2018).

PENUTUPAN SIDANG: UDI TITO PRIYATNA, KETUA IAAC TERPILIH PERIODE TAHUN 2018-2021

Voting sudah selesai, kemudian dilanjutkan dengan penghitungan perolehan suara. Tercatat sebanyak 19 suara dikantongi oleh Romdani Ardali dan 28 suara dikantongi oleh Udi Tito.

Penghitungan suara para calon Ketua IAAC periode tahun 2018. Hasil akhir pemilihan, 19 kantong suara diperoleh Romdani Ardali dan 28 kantong suara oleh Udi Tito Priyatna.

Sidang selesai, pimpinan rapat menyerahkan kembali kepada Salahudin Rafi selaku Ketua Umum IAC untuk menutup seluruh rangkaian Musyawarah Cabang dan kembali menegaskan bahwa program-program IAC, dengan meleburnya IAAC ke dalam organ IAC secara otomatis bertambah. Penambahan program ini sejatinya bukanlah sebagai beban, melainkan tantangan dan peluang IAC dan IAAC dalam rangka bersinergi membangun bangsa melalui peran seluruh alumnus terutama alumnus teknik pesawat udara. Sesuai dengan tema yang diangkat dalam kegiatan keseluruhan IAAC,  prioritas utamanya adalah terus berupaya meningkatkan kualitas lulusan teknik pesawat udara agar dapat berkompetisi di kancah internasional. Dengan Ketua IAAC yang baru terpilih, Udi Tito diharapkan mampu mendorong program-program strategis sekaligus bersinergi membangun entitas di bidang regulasi, operasi dan penyelenggara pendidikan penerbangan.

“Udi Tito Priyatna saat ini menjabat sebagai Kepala Seksi Personel Teknik Perawatan Subdirektorat Perawatan DKUPPU, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan RI. Sebagai regulator penerbangan, Udi Tito memahami betul kondisi terkini peran personil teknik pesawat udara di dunia penerbangan baik nasional dan internasional. Ke depan, peran Udi Tito Priyatna sebagai Ketua terpilih IAAC periode tahun 2018-2021 beserta jajarannya sangat dinantikan oleh seluruh alumnus teknik pesawat udara. Kerjasama baik dalam negeri maupun luar negeri melalui DKUPPU menjadi catatan penting dalam tugas IAAC.”

Perlunya penggalangan dukungan dari berbagai pihak dalam mengimplementasikan tema Temu Kangen Ikatan Alumni AMTD Curug, yaitu alumni berperan aktif dalam meningkatkan kualitas lulusan teknik pesawat udara, menjadi agenda yang tidak boleh ditunda. Perlu komitmen dan konsistensi dari berbagai pihak terutama dari Ketua terpilih beserta jajarannya yang mulai aktif sejak tahun 2018 ini hingga tahun 2021.

Ikatan Alumni Curug, Ketua Umum beserta seluruh jajaran DPP IAC mengucapkan,  “SELAMAT ATAS TERPILIHNYA BUNG UDI TITO PRIYATNA SEBAGAI KETUA DPC IKATAN ALUMNI AMTD CURUG (IAAC) PERIODE 2018-2021. SEMOGA AMANAH serta MAMPU MENDORONG ALUMNI untuk LEBIH BERPERAN AKTIF DALAM MENINGKATKAN KUALITAS LULUSAN TEKNIK PESAWAT UDARA DI KANCAH DUNIA.”

Udi Tito Priyatna (ketiga dari kiri) berfoto bersama dalam Agenda Temu Kangen Ikatan Alumni AMTD Curug di Gedung Serba Guna Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (27/10/2018). Turut dalam foto bersama, kawan seangkatan Udi Tito dari RTPU Angkatan 39, yaitu Sholehuddin dan Dwi Lestari N. Semoga dapat bekerjasama di DPC IAAC dan mampu membangun gagasan dengan amanah tugas yang diberikan. Selamat berkarya membangun bangsa dan almamater tercinta.

Bravo STPI, Bravo IAAC, Bravo IAC. Salam Semangat. (jkforiac)

Share this post