Rakernas ke-1 IAC

Rakernas ke-1 IAC

Ikatan Alumni Curug (IAC) selanjutnya mengadakan Rapat Kerja Nasional ke-1 bertempat di Auditorium STPI Curug, Tangerang, Selasa (4/5/2018) malam. Hadir dalam Rakernas tersebut pengurus IAC yang berjumlah sekitar 20 orang dari sebanyak 51 orang pengurus IAC. Rencananya rapat akan belangsung hingga pukul 22:00.

Rapat dibuka oleh Ketua Umum IAC, Salahudin Rafi. Selanjutnya Rakernas dilanjutkan dengan paparan dari Sekjen IAC, Ahmad Irfan selaku fasilitator (Sesuai AD Pasal 9).

“Sesuai Pasal 25 wajib dihadiri oleh 50% + 1. Jika tidak mencapai quorum ditunda paling lama 1 jam. Selanjutnya rapat dilanjutkan tanpa ketentuan jumlah anggota sehingga rapat dapat berjalan. Karena tidak quorum, rapat diskor sebentar,” kata Ahmad Irfan.

Selanjutnya ia menyampaikan beberapa Guidance rakernas antara lain terkait Program kerja seperti, Bagaimana merekrut membership; Bagaimana mendapatkan alternatif funding; Bagaimana membuat governance (Mempertanggungjawabkan dengan baik); Bagaimana Membuat sosial dialog (Tanpa sosial dialog organisasi tidak akan kompak); Advokasi kepada seluruh anggota; Service to member. Apa yang diberikan pada anggota; dan terakhir Strategi kedepan (Gathering Industry).

DPP juga akan menerbitkan SK untuk membentuk DPC dalam peraturan organisasi. Ada 10 DPC sesuai jumlah otban. Ketua DPP memberikan mandat kepada DPC untuk melakukan muscab. Isi Muscab adalah pemilihan ketuua cabang dan menyusun program kerja.

Dan terakhir, DPP akan menetapkan iuran anggota.

Paparan selanjutnya adalah dari Bendahara Umum, Yayan Hendrayani.

“2018, Membuat kartu anggota yang terkoneksi dengan e-money, Penetapan iuran anggota. 2019, Membentuk sumber-sumber dana organisasi, Menyusun laporan keuangan secara periodik yang terintegrasi; 2020, menjalin kerjasama dengan institusi lain. 2021 IAC menjadi organisasi yang mandiri,” jelas Yayan.

Paparan berikutnya adalah bidang Humas yang diwakili oleh Eko Budi Utomo. Ia menyampaikan tugas dan fungsi bidang Humas yaitu, Memberikan informasi tentang organisasi, kebijakan organisasi dan lain-lain; Menjalankan media sebagai media interaksi; Alumni Awards; Bakti sosial: Sosialisasi keselamatan penerbangan. Penghimpunan dana abadi untuk dana sosial (golf turnamen) dan bantuan pendidikan dan kesehataan keluarga alumni. Juga kegiatan Bakti sosial setiap 3 bulan, golf turnamen 1 tahun 2 kali, event pengumpulan dana setahun sekali.

Terkait media dan website, Wakil Sekjen Oka Fatra menyampaikan, masalah website dan majalah alumni akan diserahkan ke Bidang Humas termasuk masalah permodalan.

Selanjutnya Bidang Kemitraan, Capt Daniel Rumani menyampaikan rencana kerjanya yaitu, meningkatkan riset dan penelitian, seminar nasional, kemitraan dengan industi penerbangan, kerjasama dengan IT untuk mengadakan seminar. Juga men-triger STPI untuk sering membuat seminar. Hasil seminar bisa menjadi bahan masukan dan informasi bagi pemerintah.

Mochamad Hisyam selaku Ketua Departemen Kemitraan Lembaga Pemerintah menambahkan tentang, pentingnya faktor organisasi dimana berdasarkan kajian dan penelitian faktor “human error” merupakan penyebab utama pada keamanan dan keselamatan penerbangan.

Ada 5 program yang akan dilaksanakan antara lain, Pemanfaatan SDM alumni untuk bisa menduduki jabatan (target 60%), dengan harapan punya teknikal background; Ikut serta dalam pembahasan teknologi udara; Tidak hanya Kursil tapi juga mendesain yang lain; IAC dilibatkan dalam pembuatan regulasi dan terakhir IAC akan dilibatkan dalam pembahasan di instansi.

Mengingat waktu sudah mendekati pukul 22:00 maka seluruh pengurus sepakat mempercepat pembahasan Rakernas. Paparan singkat selanjutnya adalah dari Ketua Bidang Pengkaderan, Suyatmo dan Ketua Bidang Organisasi, Andung Luwihono.

“Program diterima oleh DPP tapi disesuaikan dengan kemampuan pendanaan oganisasi,” pungkas Sekjen IAC Ahmad Irfan (*)

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *