Novyanto Widadi, S.AP, Perpaduan Hard and Soft Skill Competency

Novyanto Widadi, S.AP, Perpaduan Hard and Soft Skill Competency

Di tengah kesibukannya yang sangat padat, majalah ALUMNI berkesempatan berbincang-bincang dengan Ketua Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI), Novyanto Widadi, S.AP, Senin (5/12/ 2016), di ruang kerjanya yang asri dan dipenuhi hiasan souvenir bernuansa dirgantara, berikut petikannya:

Mohon ceriterakan masa kecil Bapak, kelahiran kapan dan dimana?

Saya lahir di Jakarta pada 23 November 1968, dari darah keluarga TNI AD. Masa kecil dihabiskan di kota Cimahi, karena orang tua tugas disana, SD dan SMP lulus di Cimahi dan SMA lulus di Bandung.

Mohon diceriterakan perjalanan karier Bapak, tugas dimana saja, hingga akhirnya Bapak dipercaya memimpin di STPI saat ini?

Karena hobi saya banyak yang berkaitan dengan dunia kedirgantaraan, maka waktu itu saya beranikan diri untuk mendaftar ke AKABRI  AU. Alhamdulillah saya satu-satunya lulusan SMA 4 Bandung yang bisa diterima di AKABRI  AU waktu itu.

Selesai lulus AKABRI AU, saya ditugaskan di Istana Negara hingga dua tahun. Selanjutnya mendapat tugas belajar pendidikan pesawat tempur di Bandara Abdulrachman Saleh Malang, selama dua tahun.

Saya pernah mendapatkan tugas yang tidak bisa saya tolak dan saya kenang hingga kini. Saya dipanggil oleh Bapak JK (Jusuf Kalla), saya sangat terkejut ada apa ini. Ternyata saya diperintahkan untuk menyemai bibit pohon trembesi yang jumlahnya mencapai ber ton-ton dan hasilnya bisa terwujud menjadi penyubur tanah dan bisa menahan banjir untuk menahan air (erosi). Tugas ini untuk di daerah Jawa Timur dan sekitar Danau Toba Sumatera.

Sebelumnya sempat menjabat sebagai Kepala Dinas Operasi Bandara Abdulrachman Saleh Malang, hingga akhirnya sampai disini, diberi amanah untuk membenahi STPI.

Apa saja tugas dan wewenang yang dibebankan kepada Bapak selaku Ketua STPI?

Selaku Ketua STPI yang baru, saya diberi tanggung jawab diantaranya harus  melakukan berbagai inovasi, tindakan, dan upaya-upaya perubahan guna mengembalikan kejayaan sekolah pilot dan praktisi penerbangan profesional tertua di Indonesia milik pemerintah ini ke level tertinggi. STPI yang didirikan tahun 1952 ini, agar dibangun kembali menjadi kebanggaan di tingkat nasional dan dikenal di forum-forum internasional.

Indonesia sudah memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Kedepan, tak ada halangan lagi masuknya tenaga kerja asing yang tentu makin profesional. Para alumni STPI, harus bisa bersaing dan mengungguli mereka.

Konkritnya tindakan inovatif seperti apa?

Saya diminta, untuk terus-menerus melakukan berbagai tindakan inovatif guna membangun dan membawa kemajuan, juga perubahan, dan pembaruan di STPI. Sesuai dengan program Presiden RI Joko Widodo yang memilih cara pembangunan dengan cepat, saya melakukan tindakan-tindakan tegas guna menegakkan good corporate governance, serta menghilangkan tindakan-tindakan yang menyimpang dari prosedur dan aturan yang berlaku.

Dengan mandat tersebut, apa program STPI kedepan?

STPI harus bisa terus meningkatkan sarana dan fasilitas diklat di kampus ini. Terus meng-up date dan meningkatkan kualitas dosen dan instruktur sehingga mampu mendidik para tarunanya dengan lebih baik.

Peningkatan kualitas SDM mutlak dan tak bisa ditunda-tunda lagi. Kepada para taruna, juga harus  bisa berfikir positif, konstruktif dan belajar lebih giat lagi. Harus bisa memanfaatkan waktu belajar untuk membekali diri dengan ilmu dan ketrampilan yang terbaik dan dibutuhkan di lapangan.

Para lulusan STPI, menurut Bapak harus bagaimana?

Lulusan STPI harus memiliki hard and soft skill competency sesuai kebutuhan dunia penerbangan. Sebagai lembaga pencetak praktisi penerbangan, STPI harus menerapkan pola pendidikan dengan perbandingan 30% teori dan 70% praktek. Harus bisa menguasai kemampuan teknis (hard skill) sekaligus kemampuan non teknis (soft skill) kompetensi. Memadukan keduanya, maka akan sukses dan mampu survive di tengah gempuran globalisasi yang makin keras ini.

Dapat menciptakan terlaksananya proses belajar-mengajar yang kondusif di lingkungan kampus. Jam pengajaran yang padat bagi taruna, agar diimbangi dengan jam istirahat yang cukup. Atur sedemikian rupa, sehingga terjadi rasionalisasi antara waktu pengajaran dengan waktu istirahat taruna. Para taruna harus punya kesempatan untuk bisa menikmati masa mudanya selama mengikuti pendidikan di Kampus STPI. Dengan waktu istirahat yang cukup, para taruna pun dapat berkonsentrasi penuh saat menerima pengajaran.

Bagaimana untuk tenaga instruktur dan pengajarnya?

Guna mencapai hal itu, salah satunya, tenaga pengajar STPI pun harus turun langsung ke lapangan. Tenaga pengajar yang tidak pernah ke lapangan, wajib ke lapangan. Kalau tidak memiliki minat lagi menjadi tenaga pengajar, silakan cari posisi yang lain.

STPI pernah merajai di level Asia, bagaimana untuk meraih kembali marwah tersebut?

Untuk mengembalikan kejayaan STPI memang bukan hal yang mudah, tetapi hal itu harus dilakukan. STPI harus keluar dari zona nyaman selama ini dan jangan terlena dengan situasi yang ada. Bangun kembali STPI agar menjadi kebanggaan di tingkat nasional dan dikenal di forum-forum internasional. (*)

Sumber: http://alumnicurug.com/alumni-curug-edisi-08/

Comments (4)

  • Galih Reply

    Perlu soliditas, kerja keras, kesungguhan dan profesionalisme dari segenap insan STPI untuk mewujudkannya. Kalau perlu tidak hanya di level Asia, tapi bisa ke level internasional. Semoga.

    August 13, 2017 at 8:23 am
    • Galih Reply

      Betul mas Rahmat. Ino saya coba reply komen anda

      August 13, 2017 at 8:36 am
  • Widi Armiadi Reply

    Salam hormat pak Novy, semoga tambah sukses dan semangat membenahi STPI, pak Novy urang Baros, Cimahi yaa.. saya juga alumni SMAN 4 Bandung angkt 1991, PLP Curug jurusan penerbang lulus thn 1994, saat ini saya masih aktif sebagai captain di PT. Garuda Indonesia, Tbk.

    August 20, 2017 at 8:12 am
  • AAtmoretrege Reply

    Four to five glasses of this liquid has to be consumed weekly to obtain the desired result. Core maca through the supplier energetix is definitely an herb that tests quite well for several males.

    October 3, 2017 at 4:37 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *