M. Basuki Mardianto, Wujudkan PT yang Berkualitas dan Berdaya Saing

M. Basuki Mardianto, Wujudkan PT yang Berkualitas dan Berdaya Saing

Guna mewujudkan Perguruan Tinggi yang berkualitas dan berdaya saing, maka Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Perhubungan Udara beserta Organisasi Profesi dan Asosiasi Institusi Pendidikan Penerbangan, mendeklarasikan pendirian Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Penerbangan (LAM-PTPnb) pada Selasa (20/09/16) bertempat di Gedung Atria, Serpong, Tangerang.

Dalam acara deklarasi pendirian LAM-PTPnb tersebut, dihadiri oleh beberapa pemangku kepentingan dan institusi pendidikan serta beberapa organisasi profesi di bidang penerbangan.

”Kami berkumpul semua, agar lulusan penerbangan kita bisa lebih diakui, terutama mereka yang telah berkiprah dalam dunia penerbangan internasional,” kata Kepala  PPSDM, M Basuki Mardianto.

Basuki berharap kedepan dengan terbentuknya lembaga tersebut memungkinkan dilakukannya akreditasi pada perguruan tinggi program studi penerbangan di Indonesia. Pengakreditasian program studi pada pendidikan penerbangan akan menggunakan instrumen, proses kerja, dan tim penilai yang lebih spesifik.

“Dengan adanya LAM-PTPnb waktu pengakreditasian bisa lebih cepat dan penilaiannya pun lebih spesifik,” ujar Kepala  PPSDM, M Basuki Mardianto.

Menurut Basuki, target peluncuran LAM-PTPnb pada tahun 2019. Sedangkan tahun 2016 ini fokus pada kegiatan pengkajian LAM yang sudah ada, pendeklarasian dengan para pemangku kepentingan, dan penyusunan naskah akademik. Tahun berikutnya, 2017 adalah pembentukan gugus tugas untuk desain aktivitasnya. Tahun 2018 adalah pengesahan akreditasi yang spesifik, standar prosedur operasi tata kelolanya, dan implementasi fungsinya.

Pembentukan LAM-PTPnb ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam penjaminan mutu kualitas pendidikan tinggi, sebagaimana diamanahkan oleh Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan diperkuat pada Undang-Undang No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.

Selanjutnya pemerintah mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 50 Tahun 2014 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi (SPM-Dikti). SPM-Dikti terdiri dari Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang dikembangkan oleh perguruan tinggi dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) yang dikembangkan oleh BAN-PT dan LAM melalui akreditasi perguruan tinggi dan program studi.

Sedangkan pengaturan terkait akreditasi dituangkan dalam  Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 87 Tahun 2014 tentang Akreditasi Program Studi dan Perguruan Tinggi.

Di Indonesia saat ini ada dua LAM yang sudah berdiri, yakni LAM-PTKes yang diprakarsai Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan LAM-PT Teknik atau IABEE (Indonesia Acreditation Board ofor Engineering Education) yang diprakarsai Perhimpunan Insinyur Indonesia (PII). Keduanya berdiri di tahun 2015 dan merupakan LAM masyarakat, sementara LAM-PTPnb yang diprakarsai PPSDM Perhubungan Udara beserta seluruh pemangku kepentingan di sektor penerbangan adalah LAM Pemerintah.

Basuki melanjutkan, dengan adanya Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Penerbangan (LAM-PTPnb), diharapkan dapat meningkatkan mutu lulusan PTPnb sehingga lulusannya bisa lebih diakui baik di dalam maupun di luar negeri.

“Selama ini, untuk akreditasi pendidikan penerbangan itu melalui BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi),” jelas M Basuki Mardianto.

Tujuan akreditasi oleh LAM-PTPnb bukan sekedar memberikan status dan peringkat akreditasi program studi saja, tetapi juga untuk menumbuhkan tingkat kesadaran dan motivasi, serta langkah konkret yang bermuara pada budaya peningkatan mutu berkelanjutan. (*)

 

Sumber: Majalah PPSDM-02

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *