IAC Jembatan Penghubung STPI dengan Industri Penerbangan

IAC Jembatan Penghubung STPI dengan Industri Penerbangan

Ikatan Alumni Curug (IAC), organisasi resmi alumni Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI), berkomitmen menjadi jembatan penghubung antara STPI dan industri penerbangan sehingga bisa menjawab link and match kebutuhan SDM profesional di bidang penerbangan.

Ketua Umum IAC Salahudin Rafi mengatakan langkah pemetaan alumni dengan kebutuhan industri menjadi salah satu program prioritas organisasi. Tujuannya untuk melihat sejauh mana daya serap industri dengan lulusan atau alumni sehingga bisa sesuai dengan roadmap pendidikan STPI baik dari sisi kualitas maupun kuantitas.

“Sebagai contoh, mapping link and match berapa banyak kebutuhan penerbang, ATC (Air Traffic Control), teknisi penerbangan di Indonesia dalam 5,10, 20 bahkan 50 tahun ke depan, apakah sebanding dengan roadmap di STPI. Kami akan membantu melakukan tracer study kepada para pelaku industri penerbangan,” kata Rafi yang juga dosen senior STMT Trisakti dan mantan Direktur di PT Angkasa Pura II (Persero) ini.

Program prioritas jangka pendek IAC ialah melakukan member get member dari alumni yang sudah mendaftarkan diri. Anggota IAC saat ini sekitar 1.861 alumni yang tersebar di seluruh Indonesia dan bahkan luar negeri. Dari jumlah itu, sebaran terbanyak ada di Banten sebanyak 530 alumni, disusul Jawa Barat 223, Jakarta 144, Jawa Timur 134, dan Jawa Tengah 81. Paling sedikit sebaran alumni berada di Gorontalo dan Sulawesi Barat masing-masing 1 alumni dan Maluku Utara 2 alumni. Adapun Papua sebanyak 30 alumni dan luar negeri mencapai 14 alumni.

“Misi kami memberdayakan alumni dengan melakukan berbagai aktivitas dan program yang sesuai dengan bidang dan keahlian para alumni,” kata Rafi yang baru terpilih sebagai Ketua Umum IAC periode 2017-2021 dalam Munas pertama IAC, Minggu (17/12/2017).

Selain itu, Rafi mengatakan program prioritas jangka menengah dan panjang IAC adalah membantu pemerintah merumuskan pendirian Mahkamah Penerbangan (MP). Keberadaan lembaga ini sudah didengungkan sejak tahun 2007 oleh tiga organisasi profesi saat itu yakni Federasi Pilot Indonesia (FPI), Asosiasi Pilot Garuda (APG), dan Asosiasi Pemandu Lalu Lintas Udara Indonesia (IATCA).

Sebagai informasi, IAC resmi dibentuk pada 30 April 2017 di Auditorium STPI Curug, Tangerang, Banten, atas prakarsa alumni angkatan 1989 setelah sebelumnya tidak ada organisasi resmi dari kampus ini sejak berdiri tahun 1952. Ikatan alumni yang ada hanya alumni angkatan dan alumni course (jurusan) atau prodi.

Setelah IAC dibentuk, lalu dilakukan Munas pertama dan terpilih Salahudin Rafi, alumni Aerodrome tahun 1989 dan jebolan S2 di Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai Ketua Umum IAC. Selanjutnya pada 17 Januari 2018, dibentuk pengurus pusat organisasi (DPP).

Pengukuhan pengurus DPP dilakukan bersamaan dengan wisuda Diploma II Penerbang Sayap Tetap Angkatan 67 yang dilakukan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Sabtu (27/1/2018).

STPI Curug berdiri tahun 1952, saat itu masih berstatus Perguruan Tinggi Kedinasan yang bernama Akademi Penerbangan Indonesia (API) berlokasi di Gempol, Kemayoran Jakarta. Tahun 1954, pindah ke Kecamatan Legok, Tangerang, Banten, yang lebih dikenal dengan Kampus Curug. Tahun 1969, API berubah menjadi Lembaga Pendidikan Perhubungan Udara (LPPU) dan tahun 1978 menjadi Pendidikan dan Latihan Penerbangan (PLP) yang menjadi Unit Pelaksana Teknis dari Badan Diklat Perhubungan. Sejak tahun 2000, PLP berubah menjadi STPI hingga sekarang. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *