DONASI PAGUYUBAN WARGA KOMUNIKASI PENERBANGAN INDONESIA (PWKPI) MELALUI IKATAN ALUMNI CURUG untuk KORBAN BENCANA PALU, SIGI dan DONGGALA

DONASI PAGUYUBAN WARGA KOMUNIKASI PENERBANGAN INDONESIA (PWKPI) MELALUI IKATAN ALUMNI CURUG untuk KORBAN BENCANA PALU, SIGI dan DONGGALA

Sertifikat Penyerahan Donasi secara Simbolis dari Paguyuban Warga Kompen Indonesia (PWKPI) ke Ikatan Alumni Curug

Selasa, 16 Oktober 2018. 16.00 WIB

Bantuan sosial berupa donasi kepada para korban pascabencana Palu, Sigi dan Donggala pada hari ini, Selasa 16 Oktober 2018 secara simbolis  dari Paguyuban Warga Komunikasi Penerbangan Indonesia, selanjutnya disingkat PWKPI telah diterima oleh Ikatan Alumni Curug. Secara riil pihak PWKPI telah mendonasikan bantuan sosial tersebut sejak Kamis dan Jumat, 11-12 Oktober 2018 melalui nomor rekening: 176-000-171217-1 Bank Mandiri atas nama Ikatan Alumni Curug dan disampaikan pada hari itu juga kepada Sukmawati, Relawan Ikatan Alumni Curug yang berada di wilayah Palu. Total donasi yang dihimpun oleh PWKPI adalah sebesar Rp. 12.000.000,-  sehingga diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi kelompok perkumpulan maupun ikatan alumni prodi yang tergabung ke dalam Ikatan Alumni Curug.  Dari PWKPI, turut hadir dalam acara penyerahan secara simbolis tersebut adalah Djupri Soedarmo (Ketua PWKPI), Resmi Wandi (Sekretaris PWKPI), Suryono Hadi (Humas PWKPI), Rudy (Penasehat PWKPI sekaligus dosen Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia) dan M. Basuki Mardianto (Penasehat PWKPI dan Anggota Dewan Penasehat Pusat IAC). Semangat mereka mampu mengalahkan usia mereka dalam berkarya dan berbakti pada berbagai agenda sosial, salah satunya adalah membantu korban bencana Palu, Sigi dan Donggala.

Dari Kiri ke Kanan, M. Basuki Mardianto, Suryono Hadi, Djupri Soedarmo, Oka Fatra, Rudy dan Resmi Wandi. Penyerahan donasi secara simbolis diselenggarakan di Gedung Sekretariat Pusat Ikatan Alumni Curug pada Selasa, 16 Oktober 2018.

Selain mendonasikan bantuan sosial, kehadiran mbah senior dari PWKPI ini semakin memberikan dorongan dan daya gebrak yang tinggi bagi Ikatan Alumni Curug guna menancapkan eksistensinya di bidang sosial terutama sebagai mediator utama gerakan sosial kepada seluruh alumnus kampus penerbangan di Indonesia.”Terima kasih kepada Ikatan Alumni Curug yang telah menyalurkan bantuan kepada korban bencana Palu, Sigi dan Donggala. Sebagai wadah silaturahim, Ikatan Alumni Curug juga efektif dalam menyalurkan bantuan khususnya bagi korban  bencana Palu dan sekitarnya,”pungkas Djupri Soedarmo. Ditambahkan pula oleh Rudy, semoga keberadaan Ikatan Alumni Curug dapat menjalin mitra yang saling bermanfaat dalam kebaikan dengan PWKPI.”Mudah-mudahan Ikatan Alumni Curug dan PWKPI tambah eksis dalam pemenuhan usaha-usaha sosial di bidang penerbangan,”terang Rudy.

Di sela-sela jalinan silaturahim PWKPI ke Ikatan Alumni Curug, Djupri Soedarmo menjelaskan secara urut mengenai perkembangan ilmu komunikasi penerbangan dari waktu ke waktu.”Pada mulanya, komunikasi penerbangan diberi nama Telegrafis Penerbangan yang telah dioperasikan sejak tahun 1952. Pada waktu itu, kelas Telegrafis Penerbangan terisi sebanyak delapan angkatan dan menjadi salah satu disiplin ilmu yang tertua di kampus penerbangan,”tambah M. Basuki Mardianto. Selanjutnya, namanya berubah kembali  sebanyak enam kali menjadi: Flight Radio Operator, Junior Radio Operator, Communication Officer, Flight Service Officer, Pengatur Komunikasi Penerbangan dan Diploma III Komunikasi Penerbangan.

Mbah Senior PWKPI sedang menjelaskan urutan perubahan nama Komunikasi Penerbangan kepada Oka Fatra, Wakil Sekretaris Jenderal IAC.

Suryono Hadi menambahkan bahwa alumnus komunikasi penerbangan juga banyak eksis di luar tugas dasar mereka ketika dibentuk di Akademi Penerbangan Indonesia(STPI). Sebagai contoh, DR. Supandi, SH., MH yang saat ini menjadi wakil Hakim Agung RI ternyata tercatat sebagai alumnus komunikasi penerbangan. DR. Manahan Sitompul, SH., MH, anggota Hakim Agung RI, dan Prof. Kemis Martono, Guru Besar Universitas Indonesia. Di bagian penutup perbincangan, Resmi Wandi menyatakan bahwa peran nyata alumnus PWKPI yang terhimpun dalam Ikatan Alumni Curug saat ini telah terakumulasi dari peran untuk almamater tercinta  menjadi berperan bagi negara dan bangsa Indonesia. Bravo PWKPI, Bravo IAC.

Ikatan Alumni Curug melalui Wakil Sekretaris Jenderal IAC memberikan kenang-kenangan berupa miniatur pesawat kepada Ketua PWKPI, Djupri Soedarmo, didampingi oleh M. Basuki Mardianto, Suryono HAdi, Rudy dan Resmi Wandi.

 

Ketua PWKPI, Djupri Soedarmo memberikan kenang-kenangan berupa suvenir kepada Ikatan Alumni Curug. (jkforiac)

Share this post