Desain Bandara Kulonprogo Bertemakan Kearifan Lokal

Desain Bandara Kulonprogo Bertemakan Kearifan Lokal

Bandara Kulonprogo, Jogyakarta yang direncanakan akan beroperasi pada 2019, saat ini sedang melaksanakan tahap desain. Bandara ini nantinya akan dilengkapi dengan jalur kereta api yang terhubung ke beberapa kota, seperti Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Magelang, serta  ada juga jalan tol untuk mempermudah akses menuju Bandara Kulonprogo. Pembangunan Bandara ini tidak dibiayai oleh APBN tetapi dibiayai oleh swasta, PT Angkasa Pura I.

PT Angkasa Pura I telah melaksanakan pertemuan tertutup dengan Gubernur DIY, Sri Sultan HB X di kantor Gubernur DIY, Kamis (8/2/2018). Turut hadir dalam pertemuan tersebut Salahudin Rafi, Konsultan Perencana Bandar Udara Kulonprogro, sekaligus Ketua Ikatan Alumni Curug (IAC).

Sri Sultan HB X meminta agar ada sejarah dan peradaban di dalam desain bandara itu nantinya.

“Jadi desain utk airport baik bangunan maupun interior yang sudah kita bahas 3-4 kali. Harapan saya seperti itu. Karena apa, karena kita tidak sekedar mendirikan bangunan. Tapi bangunan itu bisa diisi dengan nilai-nilai sebagai bentuk kearifan lokal, tradisi lokal, maupun desain-desain lokal yang di style kan sedemikian rupa menjadi desain terbaru kekinian yang mempunyai nila lokal yang mengglobal,” kata Sultan HB X.

Menurutnya, hal-hal di atas harus diungkapkan bukan hanya sekedar dipasangi lukisan atau gambar yang mengisi ruang, tapi lanjut Sultan, harus mempunyai nilai filosofi, harus mempunyai roh di setiap ruang. Sultan berharap kesepakatan dengan pihak PT AP I ini bisa diterapkan. (*)

Comments (3)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *