CALL to MIND #2: ROADMAP PEMBANGUNAN SDM TRANSPORTASI UDARA HINGGA TAHUN 2038 serta TANTANGAN DUNIA PENERBANGAN MEMASUKI ERA REVOLUSI KEEMPAT

CALL to MIND #2: ROADMAP PEMBANGUNAN SDM TRANSPORTASI UDARA HINGGA TAHUN 2038 serta TANTANGAN DUNIA PENERBANGAN MEMASUKI ERA REVOLUSI KEEMPAT

IACNEWS   Kamis, 1 Nopember 2018

ROADMAP PEMBANGUNAN SDM TRANSPORTASI UDARA

Roadmap Pembangunan SDM Transportasi Udara dalam Jangka Waktu 2018-2023

Program jangka waktu roadmap  ini dapat juga disebut dengan program jangka pendek. Dalam lima tahun kedepan, sistem penyelenggaraan diklat wajib berubah dengan menyesuaikan beberapa metode kurikulum berdasarkan capaian pembelajaran  dan bersinergi dengan kebutuhan para stakeholder. Era revolusi indutri keempat ini dapat dinyatakan bahwa penyelenggara diklat harus mampu menggunakan kemampuan seluruh sivitas akademika dalam berkarya dan berprestasi. Peserta diklat diposisikan sebagai market follower dan fasilitator (dosen dan instruktur) menjadi market leader. Ruang lingkupnya menjadi luas karena pasar yang dimaksud adalah tempat transaksi keilmuan, di mana peserta diklat dijadikan sebagai personil yang mampu mengembangkan serta menerapkan keterampilan, pengetahuan dan sikap yang diperoleh. Fasilitator sebagai pendorong keberhasilan dari ilmu yang dikembangkan. Dengan menerapkan aplikasi digital serta tanpa mengurangi sense of basic knowledge sebagai pembelajar, peserta diklat berkolaborasi dengan fasilitator menjadi bagian dari pelaku tri dharma perguruan tinggi. Dengan ungkapan yang lain, peserta diklat disiapkan menjadi calon entrepreneurship yang berguna bagi dirinya sendiri maupun organisasi tempat dia bekerja.

Guna menghasilkan personil penerbangan yang siap pakai, penyelenggara diklat perlu bersinergi dengan stakeholder agar kebutuhan personil sesuai kebutuhan. Berikan pemahaman kepada peserta diklat bahwa digitalisasi menjadi bagian penting dalam pengembangan metode pembelajaran. Karena, metode pembelajaran e-learning, research by subject thema (riset berdasarkan tema mata kuliah), serta ujian menggunakan perbantuan komputer adalah konsep belajar digital yang efektif dan meningkatkan kemandirian peserta diklat.

Metode pembelajaran seperti di atas harus sesegera mungkin diterapkan. Bagi para pelaku di industri penerbangan, sukses rekrutmen personil yang memiliki lisensi atau sertifikat kompetensi tidak hanya berdasarkan pada kualitas individunya tapi juga kualitas perguruan tinggi. Oleh karena itu, penyelenggara diklat wajib mengimplementasikan perangkat digital di seluruh wilayah kampus. Tujuannya adalah agar kampus menjadi tempat yang nyaman dan membahagiakan.

Dalam hal kebijakan startegis di era teknologi finansial, penyelenggara diklat wajib juga berkolaborasi dengan pemangku kepentingan. Jangan membiarkan tanggungjawab perusahaan kepada masyarakat di sekitarnya menjadi terbengkalai, oleh karena kita tidak mengingatkan para stakeholder tersebut. Mereka harus diberikan stimulus agar keuntungan yang diperoleh stakeholder menjadi berguna. Implementasi yang dilakukan dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu workshop digital, seminar rutin yang berimplikasi pada akselerasi cara berpikir digital, Forum Group Discussion yang bertujuan membentuk jaringan dan kegiatan ekstrakurikuler lainnya yang dapat diinisiasi oleh penyelenggara diklat dalam ruang lingkup pengolahan data menjadi informasi dalam bentuk paperless. Hal-hal ini dapat memacu seluruh sivitas akademika menjadi personil berlisensi atau bersertifikat kompetensi yang profesional.

Roadmap Pembangunan SDM Transportasi Udara dalam Jangka Waktu 2018-2028

Pada dasarnya, saat ini adalah masa di mana kita semua memasuki era disrupsi. Jika kita tidak sanggup bertahan maka kita akan punah. Bersyukurlah bagi kita semua yang segera cepat bertindak dan beradaptasi dengan cepat dalam menghadapi perubahan secara masif dan mendadak. Dalam jangka menengah ini, para penyelenggara diklat wajib menemukan cara baru dalam bekerjasama dengan para stakeholder. Jika hal ini tidak diantisipasi dengan baik dan benar, besar kemungkinan peluang produksi penyelenggara diklat berupa lulusan yang bersertifikat kompetensi dan berlisensi akan tergantikan dengan perangkat digital yang super canggih. Dan ini sudah mulai terjadi di Terminal 4 Changi Airport. Jangan terlena dengan kuantitas bandar udara kita yang banyak dan beberapa masih berada di wilayah terpencil. Perlu diingat bahwa ketika kanal digital masuk dan mampu terakses dengan baik ke daerah tersebut maka dapat dipastikan bahwa era disrupsi sudah mulai mengglobal. Dan ini sudah mulai dilakukan oleh operator bandar udara sekelas BUMN yang sudah memprediksi bahwa era disrupsi akan terjadi di wilayah tersebut.

Beberapa bulan ke belakang, Kementerian Ristek dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjendikti) menginisiasi sekolah-sekolah kedinasan di lingkup Badan Pengembangan SDM Perhubungan untuk mengkaji kembali judul program studi yang berkaitan dengan kebutuhan industri penerbangan saat ini. Beberapa perubahan nomenklatur program studi sudah disepakati dan difinalkan. Dan inilah saatnya bagi para penyelenggara diklat untuk menyampaikan nama-nama nomenklatur program studi agar perubahan ini juga dimaknai sebagai antisipasi era disrupsi yang mengglobal. Kami para alumni mengharapkan bahwa kebijakan perubahan yang diinisiasi oleh Kemenristekdikti ini dapat disambut positif oleh seluruh pihak agar penyelenggara diklat dapat segera melakukan aksi lebih awal dalam rangka memprediksi sistem, metode serta tata kelola yang paling baik dalam jangka waktu sepuluh tahun ke depan.

Jika hal tersebut di atas dianggap sebagai peluang dan tantangan maka peluang sekarang adalah menseleksi Generasi Y dan Generasi Z dengan pemodelan daring (online). Atau bahkan sebelum kegiatan pendidikan formal dimulai, penyelenggara diklat dapat mendesain sistem persiapan ujian online dalam jangka waktu paling cepat tiga bulan sebelum ujian online resmi diumumkan atau paling lambat duabelas bulan sebelum ujian online resmi diumumkan. Apabila program ini terintegrasi dengan baik ke stakeholder, semakin ringan beban penyelenggara diklat untuk bekerjasama dalam menemukan Generasi Y dan Generasi Z yang kompeten sebagai personil penerbangan.

Jika keterpaduan tersebut ingin semakin rigid dan established, penyelenggara diklat dapat menggandeng seluruh alumnus sekolah penerbangan sebagai goal getter dalam mencari pasar dan bahkan dapat menjadi connector komunikasi ke stakeholder apabila peserta diklat tersebut lulus dan menjadi alumnus pemula.

Bentuk pasar dan buat jaringannya, lalu kembangkan metode sistem networking-nya.

Roadmap Pembangunan SDM Transportasi Udara dalam Jangka Waktu 2018-2038

Pastikan tetap bertahan dalam era disrupsi. Dalam konteks jangka panjang ini, seluruh pihak yang berkepentingan wajib memahami bahwa tidak ada yang perlu diprioritaskan kecuali tiga hal, yaitu dalam metode belajar-mengajar, penyelenggara diklat mengedepankan otomasi, kecepatan dan ketepatan. Terkait dengan aturan yang sudah diterbitkan sebagaimana tersebut di awal paragraf, beberapa tahun ke depan pasti akan diganti karena kontennya perlu diperbarui sesuai dengan kondisi ke depan. Agar Link and Match  antara penyelenggara diklat dengan stakeholder mampu bertahan dengan baik dalam jangka waktu dua puluh tahun ke depan maka satu hal yang perlu diprioritaskan adalah penyelenggara diklat harus lebih tahu lebih dahulu mengenai teknologi apa yang akan berkembang di kemudian hari, yang belum diketahui atau bahkan belum disentuh sama sekali oleh industri penerbangan. Jadikan industri penerbangan sebagai mitra dalam pengamalan tri dharma perguruan tinggi serta layani mereka sesuai dengan asas tepat waktu, transparan dan akuntabel. Dan bersiaplah karena

Generasi Alpha (Generasi Disrupsi) akan memulai kehidupan baru di tahun 2038, di mana dunia dengan daya dukung penuh artificial intelligence.

Roadmap Pembangunan SDM Transportasi Udara dalam Jangka Waktu 2018-2038

ANTISIPASI ERA DISRUPSI dalam LINK and MATCH ANTARA INDUSTRI PENERBANGAN dengan PENYELENGGARA DIKLAT

Mengutip harian Kompas.com pada hari Kamis, 28 September 2017 I 12:52 WIB, Presiden ketiga RI Bacharuddin Jusuf Habibie mengemukakan bahwa sudah saatnya Indonesia harus mulai memfokuskan pembangunan guna menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Beliau menambahkan, sumber daya alam (SDA) yang tersedia tidak dapat menjadi penopang perekonomian karena hanya 10%. Justru, sebanyak 90% adalah karya-karya SDM terbaru. Selanjutnya, mengutip harian Kompas.com pada hari Rabu, 3 Januari 2018 I 16:51 WIB diberitakan bahwa Presiden Joko Widodo ingin pemerintah fokus membangun sumber daya manusia pada 2018. Dengan bonus demografi yang ada, Presiden menyatakan bahwa hal tersebut dapat menjadikan kekuatan dan peluang melalui pendidikan dan pelatihan vokasi yang sudah mulai dijalankan sejak 2017.

Lalu, bagaimana implementasi terhadap kedua instruksi di atas kaitan dengan Link and Match antara industri penerbangan dengan penyelenggara diklat dalam mengantisipasi era disrupsi?

Jawaban ringkas yang perlu dijawab segera adalah agendakan kegiatan INDUSTRY GATHERING ini menjadi rutinitas dengan mengusung tema besar Link and Match di Era Disrupsi. Mengapa?

Karena seluruh komponen organisasi terkena dampak baik positif maupun negatif. Dampak positif yang sangat signifikan dari era disrupsi ini adalah adanya pelayanan web check in yang memungkinkan para penumpang tidak perlu mengantri panjang di check in counter. Namun dari segi negatifnya adalah mengurangi bahkan mematikan bisnis tiket konvensional akibat dari pelayanan satu pintu yang diterapkan oleh toko bisnis online.  

Karena era disrupsi adalah era ketidakpastian bagi kumpulan organisasi konvensional, bahkan cenderung hancur berantakan apabila tidak mengantisipasinya dengan baik. Jika masih ingin bertahan, maka penjual tempe sekalipun wajib menjadi pebisnis online. Jika masih ingin bertahan, maka tukang servis AC wajib menjadi pebisnis online. Agenda Link and Match ini sejatinya adalah dalam rangka bertukar pikiran serta mengolah gagasan efektif dan kreatif dalam mengantisipasi perubahan yang dihadapi oleh penyelenggara diklat maupun stakeholder. Bagi penyelenggara diklat yang masih berada di bawah Badan Pengembangan SDM Perhubungan (BPSDMP) RI, dalam jangka waktu satu sampai dengan lima tahun ke depan, mungkin situasi ini tidak terlalu nampak dampaknya. Pertama, kompetitor yang tersedia sebagai penyelenggara diklat khusus di bidang penerbangan mayoritas berada di bawah BPSDMP. Dan kedua, masing-masing penyelenggara diklat tersebut masih di bawah koordinasi Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Udara (PPSDMPU). Yang jadi masalah signifikan setelah lima tahun tidak ada pergerakan adalah seluruh penyelenggara diklat tersebut di atas dalam kondisi stagnan bahkan cenderung fatigue apabila kreativitasnya tidak dibuka lebar. Jadi, Kami berharap kepada masing-masing penyelenggara diklat diberikan kebebasan berkreasi dalam menghadapi era disrupsi. Karena aturan mainnya sudah jelas,

                                               jika tidak sanggup bertahan maka akan segera punah.

Jakarta, 1 Mei 2018

Steering Committe

“Artikel ini dimunculkan dengan tujuan MENGINGATKAN KEMBALI kepada semua Pihak terkait terutama para alumnus yang tergabung dalam Ikatan Alumni Curug sebagai pedoman dalam menentukan langkah dan arah ke depan. Semoga, kemunculan kembali artikel ini tidak hanya sekedar mengingatkan kepada kita tentang betapa pentingnya Dokumen Sejarah. Namun, yang lebih penting adalah menindaklanjuti apa-apa yang pernah kita canangkan dan sepakati bersama. Ingat, hal yang paling mulia di sisi Allah SWT, Tuhan YME adalah ketika Kita mampu memberikan manfaat kepada sesama, dalam ruang dan waktu yang tidak bisa sama seperti sebelumnya. Sukses Mulia, Sukses Bersama. Salam Rindu dari Jauh.”

Share this post