CAHAYA SURGA di ANTARA CINTA (Catatan Kecil Sang Relawan IAC untuk Korban Pascabencana Palu, Sigi dan Donggala)

CAHAYA SURGA di ANTARA CINTA (Catatan Kecil Sang Relawan IAC untuk Korban Pascabencana Palu, Sigi dan Donggala)

Kumpulan foto-foto hasil jepretan Relawan Ikatan Alumni Curug (IAC) dalam menyampaikan donasi dari Paguyuban Warga Komunikasi Penerbangan Indonesia (PWKPI)

Alhamdulillah. Donasi Paguyuban Warga Komunikasi Penerbangan Indonesia telah disalurkan dengan lancar oleh tim Relawan Ikatan Alumni Curug kepada para korban pascabencana Palu, Sigi dan Donggala sejak Sabtu hingga Selasa, 13-16 Oktober 2018. Donasi ini diibaratkan seperti Cahaya terang yang turun dari Surga oleh para penerima donasi. Yah, Cahaya Surga. Mengapa? Karena mereka membutuhkan Cinta kita, Cinta dari seluruh Rakyat Indonesia. Ada doa yang terselip dari donasi, membentuk Cinta. Mereka tidak sekedar memaknai donasi hanya sebagai sumbangan tanpa arti. Tapi, dari donasi mereka seperti melihat Cinta. Cinta dari hati yang tak pernah padam untuk mencintai sesama manusia.”Kami kuat karena Kami merasakan bahwa donasi ini adalah wujud Cinta donatur dari Ikatan Alumni Curug agar bangkit dari keterpurukan,”ujar salah seorang pengungsi ketika menerima donasi dari tim relawan.

Salah seorang korban bencana yang menerima sumbangan dari Paguyuban Warga Komunikasi Penerbangan Indonesia  melalui Ikatan Alumni Curug serta menjadi saksi hidup bencana di pesisir Donggala.

Korban bencana tsunami di pesisir Donggala menerima donasi dari relawan Ikatan Alumni Curug.

Dikisahkan oleh korban, pesisir Donggala sebelum mengalami peristiwa gelombang Tsunami pada Jumat petang (28/09/2018)  adalah sebuah kampung dengan aktivitas kehidupan yang asri dan indah. Namun, ketika bencana tsunami terjadi, semua luluhlantak tak bersisa. Tak ada air minum yang layak dikonsumsi. Rumah-rumah di pesisir lebur menjadi bangkai bangunan yang berserakan. Bau menyengat yang berasal dari berbagai macam material serta makanan yang susah didapati. “Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada Ikatan Alumni Curug khususnya para relawan yang bersedia mengunjungi dan memberikan donasi kepada Kami, sehingga Kami dapat menyediakan makanan dan minuman yang saat ini sangat sulit Kami peroleh,”ujar korban.

Kumpulan foto para korban pascabencan Palu, Sigi dan Donggala yang masih tetap bertahan untuk tetap tinggal di rumah masing-masing walapun belum berani masuk ke dalam rumah pada saat malam tiba untuk istirahat.

Semoga keterpurukan ini segera berakhir. Duka Palu, Sigi dan Donggala adalah duka kita, duka seluruh Rakyat Indonesia. Kami, relawan Ikatan Alumni Curug masih terus membantu korban agar pulih dari trauma. Doakan, ketika Cahaya Surga jatuh di tengah duka para korban, Cinta tumbuh menjadi penyemangat raga. Aamiin.

Bravo Rakyat Indonesia, Bravo untuk Tim relawan, Bravo Ikatan Alumni Curug. Insyaallah, Allah SWT, Tuhan YME yang akan membalas kebaikan kita semua. (jkforiac)

Share this post