…BOOM…, TEMU KANGEN dan MUSYAWARAH BESAR IKATAN ALUMNI AMTD CURUG TERSELENGGARA HARI INI SABTU, 27 OKTOBER 2018

…BOOM…, TEMU KANGEN dan MUSYAWARAH BESAR IKATAN ALUMNI AMTD CURUG TERSELENGGARA HARI INI SABTU, 27 OKTOBER 2018

 

Bambang Sutarmadji selaku Wakil Ketua I bidang Akademik Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia membuka kegiatan Temu Kangen dan Musyawarah Besar Ikatan Alumni AMTD Curug Hari ini Sabtu, 27 Oktober 2018.

IACNEWS    Sabtu, 27 Oktober 2018

IAAC (Ikatan Alumni AMTD Curug) menorehkan catatan sejarah yang luar biasa hari ini. Sabtu, 27 Oktober 2018 Wakil Ketua I Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia, Bambang Sutarmadji membuka kegiatan Temu Kangen dan Musyawarah Besar Ikatan Alumni AMTD Curug di Gedung Serba Guna Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia. Tema yang diangkat dalam Temu Kangen dan Musyawarah Besar IAAC tahun ini adalah Peran Alumni Teknik Pesawat Udara dalam Peningkatan Kualitas Lulusan Menjadi Teknisi Pesawat Udara Kelas Dunia. Sesi pembuka, Ketua Pelaksana kegiatan Temu Kangen, Indar Mustopo, Mbah Senior Alumnus Teknik Pesawat Udara berbicara di depan duaratusan orang alumnus teknik pesawat udara dengan penuh optimis dan semangat.”Saya yakin, kita semua mampu menjadikan lulusan teknik pesawat udara berkelas dunia di masa yang akan datang.”Tegas Indar Mustopo,  yang disambut tepuk tangan dari seluruh peserta yang hadir.”Sebagai program studi yang telah berdiri sejak kurang lebih 60 tahun lalu, teknik pesawat udara sudah meluluskan alumnus lebih kurang 5000an orang dan tersebar di seluruh dunia. Dengan beragam tugas dan posisi yang diduduki, Saya yakin dan penuh percaya diri, Kita mampu mengguncang dunia penerbangan di era yang akan datang.”Imbuh Indar Mustopo bersemangat.

Sebagai Alumnus Teknik Pesawat Udara, para anggotanya memang dituntut untuk berpartisipasi dan berperan aktif dalam meningkatkan kualitas lulusan teknik pesawat udara khususnya di Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia. Optimisme yang dibangun tidak hanya optimisme terhadap kompetensi yang dimiliki oleh masing-masing individu alumni IAAC. Tetapi, optimisme yang dibutuhkan adalah rasa percaya diri yang tinggi dalam peran di tingkat manajerial, bahkan berkuasa penuh di dalam menjalankan organisasi institusi. Hal ini sepertinya tidak berlebihan. Karena, bisa jadi institusi di mana para alumnus IAAC bekerja, hampir semua peran tugas didominasi oleh alumnus IAAC. Menduduki peran hingga ke level Top Management merupakan amanah. Dan berpikir strategis dalam merangkul dan membina para alumnus yang memiliki kompetensi sama merupakan kewajiban dan tanggungjawab alumnus yang telah menjabat sebagai pimpinan di instansi manapun berada.

Para pembicara dalam Kegiatan Temu Kangen dan Musyawarah Besar Ikatan Alumni AMTD Curug (27/10/2018). Dari kiri ke kanan: Romdani Ardali selaku Direktur Teknik Sriwijaya Air, Bambang Sutarmadji, Wakil Ketua I Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia, Sudrazat selaku Ketua IAAC dan Salahudin Rafi, Ketua Umum Ikatan Alumni Curug. Seluruh pembicara merupakan alumni Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia yang telah banyak berkarya dan membangun bangsa Indonesia di bidang penerbangan.

Sebagai pembicara pertama, Salahudin Rafi, Ketua Umum Ikatan Alumni Curug, menyampaikan pesan kepada seluruh alumnus IAAC.”Sebagai personil teknik pesawat udara, peran alumnus yang terlahir dari rahim yang sama, Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia dituntut agar selalu mengutamakan almamater tercinta sebagai bagian dari peranan tugas dalam membuat karya serta prestasi. Ikatan Alumni Curug mengharapkan agar IAAC menjadi inisiator gabungan ikatan alumni program studi ke dalam organ Ikatan Alumni Curug.”Demikian dikatakan oleh Salahudin Rafi. Dalam sambutannya, Salahudin Rafi menyatakan bahwa penggabungan seluruh ikatan alumni program studi ini menjadi program prioritas Ikatan Alumni Curug dalam rangka memperkuat posisi seluruh alumnus, baik yang berasal dari STPI (API, LPPU, PLP), ATKP, BP3 dan POLTEKBANG di seluruh kegiatan lembaga baik instansi pemerintah, BUMN maupun swasta. Dukungan yang diberikan kepada Ikatan Alumni Curug merupakan hal yang perlu dianggap serius. Karena kita harus paham bahwa bekerja di dunia penerbangan adalah satu-satunya keberhasilan tugas yang tidak lain dan tidak bukan hanya dapat dicapai melalui pembangunan entitas. Motto Cewama Eka Tayai (Mengabdi untuk Kesatuan) wajib diimplementasikan dalam tindakan dan peran tugas alumni di dunia penerbangan, baik sebagai regulator, operator maupun penyelenggara pendidikan. Tanpa entitas, mustahil keamanan dan keselamatan jasa perhubungan dapat terwujud.

Romdani Adang, alumnus RTPU Angkatan 34 sekaligus sebagai Direktur Teknik Sriwijaya Air berkesempatan memberikan sharing experience kepada para peserta yang hadir dalam kegiatan Temu Kangen dan Musyawarah Besar IAAC.

Dalam kesempatan yang sama, Romdani Adang, Alumnus RTPU Angkatan 34 sekaligus sebagai Direktur Teknik Sriwijaya Air, di hadapan para peserta temu kangen, berkesempatan menyampaikan ceramah dan berbagi pengalaman mengenai perjalanannya sebagai alumnus teknik pesawat udara, mulai dari teknisi pesawat udara sampai dengan amanah menjadi Direktur Teknik di perusahaan penerbangan, Sriwijaya Air. Tampak hadir juga di podium Ketua IAAC, Sudrazat dan berencana mendeklarasikan IAAC sebagai bagian organ Ikatan Alumni Curug.

Selamat kepada IAAC yang telah menyelenggarakan kegiatan Temu Kangen dan Musyawarah Besarnya. Semoga, dengan menjadi organ di IAC, IAAC semakin kuat dan menjadi motor utama dalam membantu program studi Teknik Pesawat Udara guna mewujudkan peran alumni teknik pesawat udara yang berkualitas dan mampu berkarya di kancah Dunia. Bravo IAAC, Bravo IAC. (jkforiac)

 

 

Share this post